Thursday, April 22, 2010

To my world


  • This week is my last week here in Kota Bharu. I'll leave next Saturday. Guess my feeling lately must be very nostalgic. I don't know how long I will still be alive... a everything here will be a history to me. I don't know when and how I'm gonna die. That's what I'm thinking. I never know. Maybe my life's short. Have I done good enough? Surely, not. (Sighing)

  • Recently I've thought about 'psychological defense mechanism.' It's about anxiety which people use to defend by showing their ego. I'm not sure why think about that. And I had this thought too... about 'truth to be told appears not to be true at all...' O yes, there's one more thing I've been thinking... Mr. Zul mentioned this in class... it's about 'those who think that they are a simple person is actually very complicated...' yes, those are my thoughts lately.

Saturday, April 10, 2010

Will the time comes..

All praise be to Allah, the Lord of the Worlds. And peace and blessings be upon Prophet Muhammad, the truthful in promise and the worthy of all trust.


  • Just a humble note before I go on: Life is a gift which we have not earned and which we cannot pay. The way a person ‘sees’ life may be entirely different from each other. How a person views life will influence his or her emotions, attitude and behaviours. Therefore it is important to us to discipline ourselves in the way we perceive every single thing in our lives.

  • A simple note to all Muslimah: God have created humankind so that they could get to know each other, respect one another and feel love in a right way. Recently I was introduced to this one blog from a good friend of mine. I found the blog very informative and helpful. To all Muslimah, here I’d like to share a list of criteria (written in Malay) on what it takes to be a good wife. May this shared information become precious guidelines for all wives, insyaAllah.


1) Muslimat, yang beragama Islam, beriman kepada Allah Taala, Rasulnya, KitabNya, MalaikatNya, Hari Akhirat dan qadha' qadar dengan bersungguh-sungguh.

2) Muslimat yang sanggup duduk di rumah bersama suaminya, yang tidur hanyalah beralaskan tikar dan berselimutkan duvet sehelai, berbantalkan lengan. Di rumah tersebut, tiadalah katil dan almari, kerusi dan meja, melainkan keperluan dapur yang mendesak sahaja. Puasa selang sehari, makan hanyalah sekali dalam dua hari. Menu makanan, hanyalah nasi, dan sayur rebus sahaja.

3) Muslimat yang sanggup menuruti suaminya ke luar negara untuk melanjutkan pelajaran, menghadiri kuliah bersama-sama, mempelajari apa yang dipelajari suami dan sedia mengajarkan suami tentang mana-mana bahagian yang tidak difahami oleh suaminya.

4) Muslimat yang selalu tersenyum untuk suaminya, walaupun berada dalam keadaan-keadaan yang seperti di atas, malah sentiasa menceriakan dan tidak sekali-kali mengeluarkan perkataan keluhan sama ada di hadapan suaminya ataupun di belakang pengetahuan suaminya.

5) Muslimat yang sentiasa mendorong dengan sesungguh-sungguh dorongan agar suaminya ini menunaikan solat setiap kali masuk waktu, berdoa dan berzikir selepas solat, menunaikan solat sunat, membaca AlQuran ketika waktu lapang dan sibuk, membangunkan suaminya ketika nyenyak tidur untuk menunaikan qiamullail dan tidak sesekali menunaikan amalan ibadat tanpa mengajak suaminya.

6) Muslimat yang sentiasa mendoakan dengan bersungguh-sungguh, merintih dan menangis, untuk suaminya supaya suaminya tetap dalam jalan menuju Allah Taala yang benar, dan diberikan hidayah kepada si suaminya yang sering terleka dan terlalai.

  • Semoga Allah Taala memberkati Muslimat ini, tatkala detik masa menemukan diri dengan Muslimat ini, dengan sepenuh rintihan pengharapan, doa permintaan, agar Muslimat ini dikurniakan suami yang soleh dan muslih di sisi Allah Taala, dan bukanlah diri ini layak untuknya...


Will the time comes...only He Knows.